Mahasiswa Universitas Iqra Buru Maju Ke Tingkat Nasional Dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (Kdmi)

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) merupakan upaya yang utuh dalam membangun 6 C, yaitu collaboration (kerjasama), creativity (kreatifitas), critical thinking (berfikir kritis), communication (berkomunikasi), citizenship (kewarganegaraan), dan character (karakter). Dalam kompetisi debat, secara berkesinambungan, beberapa unsur dalam 6C dibangun dan dikuatkan. Terutama, bobot tertingginya adalah membangun dan mengembangkan karakter dan kemampuan berpikir analitis dan kritis mahasiswa.

Kompetisi debat ini menuntut wawasan yang luas, kemampuan berbahasa yang baik, dan kemampuan berargumentasi. Kemampuan bahasa yang baik akan meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat internasional, sedangkan kemahiran dalam berargumentasi akan meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk membuat keputusan berdasarkan analisis yang logis dan faktual.

Seleksi pertama kompetisi debat dilaksanakan pada hari Selasa, 08 Juni 2021 pukul 14:00 (WIT) di lingkungan kampus Universitas Iqra Buru (UNIQBU). Diikuti oleh 45 peserta debat dari berbagai Jurusan maupun Fakultas, setelah itu peserta debat dibagi menjadi 14 TIM dari setiap tim terbagi menjadi 3 peserta debat. Adapun tim juri dari KDMI untuk menyeleksi mahasiswa debat adalah Susiati,. S.Pd., M.Hum, Abdussabar Polanunu,. S.Pi., M.Si. Risman Iye., S.Pd., M.Hum. A.Yusdianti Tenriawatli., SS., M.Hum.

Peserta yang lolos ke tingkat nasional adalah Feni Ayu Lestari mahasiswa semester IV (Empat) Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen dan Risna Bugis mahasiswa semester II (Dua) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Biologi. Kedua mahasiswa tersebut menjadi mahasiswa berprestasi di Kampus Universitas Iqra Buru.

Rektor UNIQBU Dr. Muhammad Sehol., S.Pd., M.Si., M.Pd.,Si. Mengucapkan selamat kepada kedua mahasiswa debat yang melaju ke tingkat Nasional dalam debat mahasiswa Indonesia. Walaupun kampus UNIQBU berada di Pulau Buru yang termasuk dalam wilayah 3T daerah tertinggal, daerah terdepan dan daerah terluar di Indonesia, mampu bersaing sampai ke tingkat nasional. Dalam hal ini sebagai bukti bahwa prestasi anak-anak bangsa yang berada di daerah tertinggal juga mampu bersaing secara intelektual. Semangat dalam proses kompetisi dan kerja keras mereka tidak terlepas dari bimbingan dari para dosen maupun seluruh civitas akademik Universitas Iqra Buru.

Penulis : La Ode Alimin., S.IP., M.H.